Karya: Michael Dwi K. P.
Di teras, kecil senyummu tampak
Uluran tanganmu menghamipriku
tak kusadari dengan hati terkejut
Tersentuh hati membalas uluran tanganmu
Serentak kau dan aku menyebutkan nama
Hampa tak lagi menodai hari-hariku
Keluangan hampir mencampakkan waktu
S'bab hadirmu menggoreskan cerita dalam hidupku
Hingga aku tertawa ceria dibuatmu
Kala ku di ambang cerita
pujian kebanggaan mencair dari indah mulutmu
Namun, kala ku di dasar cerita
nasihatmu selalu mengalir menuju bendungan jiwaku
Positif muatanmu pada akhlaq dan perbuatan
Mengingatkanku akan sakral yang harus ku jalani
membalas budi sang Ayah dan Ibu
membalas budi sang Ayah dan Ibu
Api yang berkobar melambangkan besar semangatmu
mengajarku untuk terus melangkah maju
menerjang rintangan yang menghalau langkah kakiku
Cerah masa depanku menunggu
Sahabatku.....
Pertolonganmu tiada pernah usai
di dalam mencari arti kehidupan yang sesungguhnya
Tapi kini,
dirimu t'lah jauh disana
Dan terlalu jauh untuk ku jangkau
Namun ingatlah aku disini
masih menanti hadirmu kembali !
Yaaahhh, itulah puisi saya waktu masih kelas 8 !!! Kata-kata itu terinspirasi dari teman saya namanya Cindy (tp bukan buat dia lho puisinya), dia yang mbantu aku nyelesaiin puisi ini (haha...abisnya puitis anaknya, eh.. termotivasi deh).... MAKASIH BUANYYYAAKK BUAT CINDY...!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar